Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah Alor

MEMAHAMI DIKSI "SYAHID & MARTIR SECARA UTUH

  SYAHID DAN MARTIR MEMAHAMI DIKSI KEAGAMAAN DI TENGAH RUANG PUBLIK DAN PERDEBATAN MEDIA Oleh: Majid Adang   Dalam beberapa waktu terakhir, ruang publik Indonesia diramaikan oleh perdebatan mengenai penggunaan diksi “syahid” dalam ceramah tokoh nasional Jusuf Kalla di lingkungan Universitas Gadjah Mada . Diskusi tersebut kemudian berkembang dalam berbagai forum media dan talkshow televisi dengan menghadirkan narasumber lintas agama. Namun yang menarik sekaligus memprihatinkan adalah bagaimana istilah “syahid” diperdebatkan lebih sebagai isu sensitif-politik ketimbang sebagai konsep teologis yang memiliki akar sejarah dan makna yang sangat dalam dalam tradisi agama. Sebagian narasumber Muslim tampak menyederhanakan makna syahid hanya pada konteks perang atau kekerasan. Di sisilain, beberapa narasumber Kristen menyatakan bahwa dalam kekristenan tidak dikenal istilah “syahid”, melainkan “martir”. Pernyataan itu memang benar secara terminologi internal agama masing-masing, tetapi...

“Dari Bara ke Nusa: Jejak Api Sejarah yang Tak Pernah Padam”

Gambar
Esai Filosofis-Akademis tentang Sejarah Keberadaan Baranusa di Pulau Pantar Di ufuk timur Nusantara, di antara desir angin Laut Banda dan riak panjang Selat Alor, terbentang sebuah ruang peradaban yang tampak sunyi namun sarat makna: Baranusa, sebuah pusat kehidupan di Pulau Pantar, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Ia bukan sekadar titik geografis, melainkan simpul sejarah, ingatan kolektif, dan kesadaran ekologis yang diwariskan lintas generasi. Baranusa dalam Lanskap Kosmologis Pantar Pulau Pantar sendiri merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Alor yang telah dikenal sejak masa klasik Nusantara. Catatan tertua tentang wilayah ini dapat ditelusuri hingga abad ke-14 dalam kakawin Nagarakertagama, yang menyebut kawasan ini sebagai bagian dari cakrawala pengaruh Majapahit.  Dalam konteks ini, keberadaan Baranusa tidak dapat dilepaskan dari arus besar sejarah maritim Nusantara yang menjadikan pulau-pulau kecil sebagai simpul perdagangan, budaya, dan migrasi. Baranusa,...