Eki Adang Tareh: Suara Corong Tua dari Bangpalol Di antara kabut pagi yang menggantung di lereng-lereng Alor, ada nama yang tak pernah padam dalam ingatan generasi: Kakek Bakar Adang, yang oleh rakyatnya disapa penuh hormat sebagai Eki Adang Tareh. Ia bukan raja, bukan pejabat besar, tapi suara corong tuanya pernah menggema lebih keras dari petir, dan keadilannya lebih dalam dari jurang di kaki gunung Bangpalol. Dulu, ketika dunia belum seramai kini, ketika jalan masih bertanah liat dan malam hanya diterangi lampu pelita, suara dari corong tua milik Eki Adang menjadi panggilan bagi setiap warga. Di bawah langit sederhana, suaranya menggetarkan dada, mengundang rakyat kecil dari setiap penjuru kampung untuk berkumpul, mendengar, dan mematuhi. Corong itu bukan sekadar alat, tapi simbol kuasa moral—suara yang lahir dari hati yang tulus, bukan dari ambisi kekuasaan. Eki Adang bukanlah penguasa dengan tongkat emas. Ia hanya membawa sebatang rotan, bukan untuk menindas, tapi untu...
Komentar