MENGENAL LEBIH DEKAT KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT ADAT DI KAMPUNG PEMALI / BANGPALOL
MENGENAL LEBIH DEKAT KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT ADAT DI KAMPUNG PEMALI / BANGPALOL
MENGENAL LEBIH DEKAT KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT ADAT
DI KAMPUNG PEMALI / BANGPALOL
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
SEKAPUR SIRIH
MOTTO
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. MAKSUD DAN TUJUAN
C. RUANG LINGKUP
BAB II
DESKRIPSI SEJARAH DESA ADAT BAMPALOLA
|
|
|
|
Sekitar tahun 912 Moyang BANGPALOL MO, turunan ke 27 dari orang pertama di pulau alor tercinta, moyang RAJA TANAH (FAAE AFEN/Faae=Tanah. Afen = Raja ) dan Putri matahari (BUI FED/Bui=Putri. Fed=Matahari),yang pada saat itu tinggal di Maebang, Ibu Kota Desa Bampalola sekarang. berburu dengan anjing buruannya ke satu tempat yang nama yang bernama Tula Gadong (Tula=tinggi. Gadong=Bukit), sesampainya ke tempat itu anjing anjingnya menggonggong di bawah satu pohon asam besar ketika beliau ke tempat itu di amati dari jauh ternyata bukan binatang buruan yang di gonggong oleh anjing,tetapi satu buah moko yang berada di bawah pohon dan beliau berkata bahwa seandainya moko ini adalah pemberian moyang moyang terdahulu dan ini petunjuk LAHTAL (ALLAH) maka sekembalinya saya ‘’kata Bangpalol Mo’’ dari perburuan ini, moko ini tidak hilang atau masih ada,tapi seandainya ini adalah cobaan atau ujian dari jin saythan maka sekembalinya perburuan moko ini sudah tidak ada.
Ketika itu anjingnya sudah tidak ada di tempat yang sama beliau mendengar anjing ajnjingnya sudah menggonggong di tempat yang agak jauh dari tempat munculnya moko,sesampainya di tempat itu bukannya binatang yang di gong gong oleh anjing anjignya,tetapi di intip dari jauh ternyata yang di lihat adalah sebuah tiang rumah yang sudah di ukir rapi dan indah yang sedang berdiri tegak di tengah tengah semak belukar,beliaupun mendekati tiang itu seraya berkata bahwa ini adalah petunjuk LAHTAL (ALLAH ) dan nenek moyang kepadaku untuk membuat rumah di atas tiang ini dan membentuk kampung di tempat ini maka beliau berpesan setelah seminggu saya datang di tempat ini tiang ini masih berdiri tetap di tempat,tetapi seandainya ini adalah ujian dari saytan dan iblis berarti seminggu saya datang tiang ini sudah hilang atau sudah tidak ada lagi di tempat ini. Kemudian moyang Bangpalol Mo pun memanggil anjig anjignya dan kembali ke tempat tinggalnya di maebang.
Hari berganti hari,satu minggu pun telah tiba beliau memanggil anjig anjingnya dan berangkat ke tempat yang sama yaitu di tula gadong tempat beliau bertemu moko dan tiang itu. Sesampainya di tempat itu ternyata di lihat moko yang di temui minggu lalu masih berdiri di tempatnya dan tidak bergeser.dan beliaupun mengambil moko tersebut dandi beri nama EYMALA TAMERUMBA,Artinya Moko Eymala yang di dapat di bawah pohon asam.
Kemudian beliau menuju ketempat dia bertemu tiang,sesampai nya beliau di tempat tiang ternyata tiang pun tetap berdiri di tempatnya,sebagai mana yang ia temukan pertama kalinya.
Beliau atau Moyang Bangpalol Mo membawa moko tamerumba ke Maebang dan menyampaikannya kepada orang tuanya,Palol moafen, istri dan anak-anaknya bahwa sekarang ini kita sudah tidak bisa lagi hidup berpindah-pindah,karena sudah ada petunjuk dari LAHTAL(ALLAH), dari nenek moyang yang lalu yang di tandai dengan Moko Eymala Tamerumba dan satu buah tiang yang sudah di ukir rapi nan indah yang ada tunggu kita di Tulagadong.
Atas restu dan kesepakatan orang tuanya Palolmoafen, Istrinya Buipen dan putra-putranya Hale bangpalol,Muda Bangpalol, Utang Bangpalol,Adang Bangpalol, Tei Bangpalol,Mo Bangpalol di tambah dengan Sepuluh yang tinggal di bukit lain datang membantu untuk berbondong-bondong berhijrah dari Maebang ke Tula Gadong dan menetap di sana.
Di tulagadong inilah Moyang Bangpalol bersama Istri dan Putra-putranya mencari Tiga tiang dan ramuan-ramuan lainnya untuk membangun sebuah rumah yang tinggi dan besar yang di beri nama “TULA BANG”artinya Rumah yang Tinggi yang kemudian di beri nama “LAKA TUIL”hingga sekarang.
Setelah rumah Tulabang atau Lakatuil ini bangun,saudara-saudara, sepupu yang tinggal di tempat lainpun Moyang Bangpalol menyuruh mereka untuk buat rumah masing-masing di Tulagadong dan tinggal bersama untuk membentuk sebuah kampong yang di beri nama “Kampung Bangpalola”sesuai dengan nama penemu tiang ajaib tersebut di atas,Kampung BANGPALOL juga mempunyai arti yaitu :
· Bang Artinya Kampung/Rumah.
· Palol Artinya Pemali/keramat/bertuah.
BANGPALOL artinya kampung Pemali dari turun temurun sampai sekarang apabila kita ke kampung Bangpalol, di tula gadong maka hati-hatilah kita dalam melangkah, berbicara apabila keliru atau salah kata maka ada resikonya dan sanksi adat berlaku atas kekeliruan yang telah kita perbuat baik disengaja atau tidak sengaja.
Mengikuti perkembangan zaman, dan perubahan status kawin mawin maka anak turunan Bangpalol Mo Semakin banyak maka di perintahkan membuka kembali perkampungan baru di Maebang (tempat tinggal sebelumnya). Dan Yang tinggal menetap di sana (Kampung Bangpalol) hanyalah para Sulung Suku masing-masing Rumah Adat.
Perubahan terjadi dan kampung bangpalol pun berbenah diri membentuk sebuah desa moderen Dengan Nama “DESA BAMPALOLA”/di samarkan. Namun Tetap menjaga keutuhan nilai-nilai kebudayaan dan tetap menjaga kampung lama Bangpalol sampai sekarang.
Sistim Pemerintahan Adat masih berlaku dan dijalankan oleh masyarakat dari berbagai segi sampai detik ini di Desa Bampalola. Biasanya pemerintahan adat ini dilaksanakan apabila ada upacara adat, dan apabila ada anggota masyarakat yang melanggar hukum adat maka pemerintahan adat yang bertugas memberikan hukuman. Keadaan pemerintahan adat di desa Bampalola sampai sekarang masih berjalan dengan baik dan ditaati oleh semua warga di desa adat.
B. BAMPALOLA MENYIMPAN SEJUTA MISTERI
Bila kita menengok pada data potensi pariwisata dari Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Bampalola terdaftar sebagai salah satu objek wisata budaya di Kabupaten Alor. Objek wisata budaya yang bisa menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) ini menampilkan Perkampungan Adat yang masih asli, Rumah Adat Lakatuil yang unik, dan upacara tahunan makan baru padi/ala baloe dan makan baru jagung/Bate Baloe yang mengandung sejumlah makna.
PERKAMPUNGAN Adat Bampalola terletak pada sebuah bukit, di Pegunungan Kabola, Kecamatan Alor Barat Laut (Abal). Ketinggiannya mencapai seribu kaki dari permukaan laut. Bampalola berasal dari dua buah kata, yakni Bam (bang) berarti rumah dan palola (palol) berarti Pemali, Bampalola berarti Rumah Pemali.
Untuk mencapai Kampung Lama Bampalola dari Kalabahi, Ibukota Kabupaten Alor, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat menelusuri pesisir pantai ke arah barat menuju Desa Alor Kecil. Kemudian berputar ke arah utara menuju Gunung Hulnani. Setelah itu, berputar ke timur ke Desa Bampalola. Sampai di sana, pengunjung harus berjalan kaki menuju ke arah selatan menuju Kampung Lama Bangpalol, setelah melewati karang terjal dengan kemiringan 90 derajat. berjalan kaki sejauh setengah kilo meter dan mendaki ke bukit Tula gadong setinggi kurang lebih 20–an meter.
Di lokasi perkampungan itulah berdiri beberapa rumah adat, diantaranya rumah adat adalah rumah adat Lakatuil, samping kanan rumah adat tersebut terdapat sebuah mezbah sebagai tempat berlangsungnya upacara adat.
Rumah Adat Lakatuil agak berbeda dengan rumah–rumah adat yang berada di Alor, maupun di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada umumnya.
Lakatuil berupa rumah panggung berdinding bambu dan diatapi dengan rumput ilalang berbentuk kerucut. Pada bagian puncaknya berukiran naga yang sedang membuka mulut menjurus ke arah timur atau terbitnya matahari. Ciri khas yang lain adalah sebuah tangga yang menghubungkan tanah dengan rumah panggung juga berukirkan naga sementara membuka mulut pada bagian kanan, sementara bagian kiri terdapat sebuah rantai yang berfungsi sebagai pegangan tangan kiri.
Setiap pengunjung yang hendak memasuki rumah adat tersebut harus mengawali langkahnya dengan kaki kanan dan tangan kanan dimasukan ke dalam mulut naga sambil tangan kiri memegang rantai tali berjalan mmasuk melalui rumah panggung. Setelah memasuki rumah adat yang berukuran kurang lebih 9 x 9 m2, tinggi 10 meter tersebut diwajibkan keluar melalui pintu belakang dengan memegang sebuah rantai tali. Di dalam rumah adat juga sebagai tempat menyimpan benda–benda pusaka, seperti moko dan gong asli.
C. SEJARAH ADMINISTRATIF
Bahwa dalam rangka pemerataan dan peningkatan pembangunan serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan,pelaksanaan pembangunan dan pelayanan keasyarakatan,secara berdaya guna serta berhasil guna ditingkat desa sesuai dengan perkembangan,maka pada awal mulanya kampong bangpalol adalah salah satu kampong terletak dibawah puncak gunung Raja diawah ketemukungan dulolong(Anbang) pada tahun 1950 keatasnya,dengan kepala desanya adalah bapak Djanggo Duru,dengan sekretarisnya Bapak Karim Beltela,dan pada tanggal 17 Maret 1967 desa Gaya Baru Dulolong menjadi satu desa lagi yaitu desa gaya baru Ampera dengan Kepala Desa yang pertama adalah Bapak Saleh Afopehang,dengan Sekretarisnya adalah bapak Karim Beltela.Pada Tanggal 29 september 1995 masuk pada Kepala Desa Ampera yang ke-empat :Bapak Ibrahim Mobang,dengan Sekretarisnya Bapak Mansur Gawali,pada perjalanan Kepemerintahan di Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alr,maka Desa Ampera dimekarkan lagi menjadi 3 Desa Yaitu :
1. Desa Persiapan Lewalu yang saat ini adalah Desa Lewalu.
2. Desa Pesiapan Dulolong Barat yang kini menjadi Desa Dulolong Barat.
3. Desa Persiapan Bampalola yang kini menjadi Desa Bampalola,dengan kepala Desa persiapannya adalah Bapak Basir Beli dengan Sekretarisnya adalah Ibu Hasna Adang,dan pada tanggal 6 Mei 1999 Desa Persiapan Bampalola dikukuhkan menjadi desa definitive oleh Menteri Dalam Negeri atas Nama Presiden RI dengan Nomor : 140/1253/PUOD menjadi Desa Definitif Bampalola dengan Kepala Desa Defintifnya yang pertama adalah bapak Bakir Adang,dengan sekretarisnya adalah Bapak Marhum adang; (Tahun 2002–2007 ) dan Kepala Desa Definif yang kedua adalah Bapak Ibrahim Mobang dengan Nmor SK Bupati Alor……………………dengan Sekretarisnya adalah Bapak Marhum adang.Pada Masa kepemerintahan Bapak Ibrahim Mobang sebagai Kepala Desa hingga (Tahun 2007 – 2013 dan 2013- 2017).
4. Pada tahun 2013 terjadi Peralihan kepemimpinan dengan melalui pemilihan Umum secara Demokrasi Oleh Masyarakat Desa Bampalola sehingga memperoleh Kepala Desa terpilih masa Bhakti 2014 -2019 yaitu Bapak Ibrahim Mobang. Namun ditahun 2017, Kepala Desa Ibrahim Mobang Wafat dan di gantikan oleh RAHMAN MUHAMMAD Sebagai kepala desa antar waktu hingga sekarang. (sampai Sekarang-aktif).
Adapun kepala desa dari masa ke masa adalah sbb :
1. Basir Bely 1995-2002 (Kepala Desa Persiapan Bampalola)
2. Bakir Adang 2002-2007 (Kepala Desa Devinitif Pertama)
3. Ibrahim Mobang 2007-2014 & 2014-2017
4. Rahman Muhammad 2017 – 2019 (Kepala Desa Antar Waktu)
5. Rahmad Ali, S.Ei, 2019-Sekarang
Desa Bampalola dengan jumlah penduduk 1.189 Jiwa terdiri dari laki laki 591 jiwa dan perempuan 598 jiwa dan jumlah kepala keluarga (KK) 252 kepala keluarga.
Secara Geografis Desa Bampalola terletak di bagian utara timur laut Kecamatan Alor barat Laut dengan ketinggian 400 m,dari permukaan laut.
Adapun batas wilayah sebagai berikut :
|
Batas |
Desa/kelurahan |
Kecamatan |
|
Sebelah utara |
Oa’Mate |
ABAL |
|
Sebelah selatan |
Ampera dan Lewalu |
ABAL |
|
Sebelah timur |
Dulolong Barat |
ABAL |
|
Sebelah barat |
Hulnani |
ABAL |
BAB III
KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DESA ADAT BAMPALOLA
Kehidupan social masyarakat adat bampalola sangat kental dengan nilai-nilai adatiyah yang berlandaskan religi dalam hidup dan kehidupan sehari-hari.
BAB IV
SEJARAH SUKU DAN RUMAH ADAT DI DESA ADAT BAMPALOLA
A. SEJARAH SUKU
DAN SILSILAH KETURUNAN
B. SILSILAH KETURUNAN BAMPALOLA
SILSILAH KETURUNAN RAJA TANAH (AFEN FAAE/KING LAND) DI KABUPATEN ALOR
|
No |
Na ma |
Nama istri |
Tempat tinggal |
|
1 |
Raja tanah |
Bui fed |
Tulagadong |
|
2 |
Raja Moraja |
Loling OB |
Tulagadong |
|
|
- Singa Mo Raja |
- |
Jalan ke Barat |
|
|
- Mate mo raja |
- |
Jalan ke Barat |
|
3 |
Nang mo raja |
La a Luling |
Omtel |
|
4 |
Ulnang |
Buitang |
Omtel |
|
|
- Fednang |
- |
Omtel |
|
|
- Ketnang |
- |
Omtel |
|
|
- Tarnang |
- |
Omtel |
|
5 |
Nang Ul |
Ain Ob |
Omtel |
|
6 |
- Laka Ul |
Kai Ba |
Omtel |
|
|
- Lo la |
- |
Omtel |
|
|
- lo Peh |
- |
Omtel |
|
7 |
Badiul |
Loin Mo |
Omtel |
|
8 |
Demang mail |
Ain Ob |
Omtel |
|
|
- Kod mail |
- |
Omtel |
|
9 |
Lau Mo Raja |
Hiang Ban |
Omtel |
|
|
- Dul Mo |
- |
Omtel |
|
|
- Tel Mo |
- |
Omtel |
|
10 |
Moha Mol |
Helang Pen |
Omtel |
|
|
- Pelang Mo Hamol |
- |
Jalan ke Barat |
|
|
- La a MO hamol |
- |
Jalan ke Barat |
|
11 |
Dong Palol |
Laka Kiu |
Ha Moe Dong |
|
|
- Timu Dong |
- |
Ha Moe Dong |
|
|
- Afer Dong |
- |
Ha Moe Dong |
|
12 |
Taing laka |
Bepang Sah |
Ha Moe Dong |
|
|
- Tang Laka |
- |
Ha Moe Dong |
|
13 |
Pen Tang |
Laka Huwan |
Ha Moe Dong |
|
14 |
Taeng Lape |
Bepang Demang |
Ha Moe Dong |
|
15 |
Lape Aleng |
Doppen |
Ha Moe Dong |
|
|
- Sah Aleng |
- |
Ha Moe Dong |
|
16 |
La a sadi |
Ob Mo |
Ladon |
|
17 |
Sadi Duil |
Bepang Saka |
Ladon |
|
|
- Sadi Maka |
- |
Jalan ke Barat |
|
18 |
Lo fen |
Luil Tame |
Ladon |
|
|
- Sah Afen |
- |
Ladon |
|
19 |
Han Tame |
La a Luling |
Ladon |
|
|
- Tapuil Tame |
- |
Ladon |
|
20 |
Tanal Lelang |
Bung hana |
Ladon |
|
21 |
Bal Tamer |
Ob Muna |
Ladon |
|
|
-Au Tame |
- |
Dop Bang(di Bawah kampong Aloin donu) |
|
22 |
Lelang Laka |
Lape Tape |
Ladon |
|
|
- Along Laka |
- |
Kalong |
|
23 |
Ai Bala |
Damo Hul |
Let O dok Loei (di atas Kampung Afak) |
|
24 |
Afen Ai Bala |
Hul tang Duil |
Afen Sei (Gunug Raja) |
|
25 |
Moa fen Ae |
Bui Fed |
Maebang |
|
|
- Dua Fen |
Male Ata |
Maebang |
|
|
- Pelang Afen |
- |
O a (10 Kampung) |
|
|
- Bel Afen |
- |
An Lafening / An Lamang |
|
|
- La Afen |
- |
Hulnani |
|
|
- Mang Mang Afen |
- |
O a (10 Kampung) |
|
26 |
Palol mo Afen |
Male Laa |
Maebang |
|
|
- Bara Mo Afen |
- |
Mangali |
|
|
- Budi mo Afen |
- |
Awaa |
|
|
- Pot Mo Afen |
- |
O a (10 Kampung) |
|
|
- Oh Mo Afen |
- |
Tidak ada keturunan |
|
|
- Bepang Mo Afen |
- |
Awaa |
|
|
- Hak Mo Afen |
- |
Bampalola |
|
|
- La a Moafen |
- |
Mo eng banglaweni |
|
|
- Tang Mo Afen |
- |
Emoil bang / Matap |
|
|
- Lalang Mo Afen |
- |
Aboti |
|
27 |
Bang Palol Moafen |
Bui Pen |
Tulagadong |
|
28 |
Mobang |
Bui Hiuw |
Tulagadong |
|
|
- Hale bang |
- |
Hulnani |
|
|
- Tei Bang |
- |
Lewalu |
|
|
- Muda Bang |
Nining Tang |
Hulnani |
|
|
- Utang Bang |
- |
Alor Besar |
|
|
- Adang Bang |
Ekosari |
Alor kecil |
|
|
- Inbang |
- |
Tabolang |
|
|
- Buling Bang |
- |
Hail bang |
|
|
- Man Bang |
- |
Kui |
|
|
- Bain Bang |
- |
Hawae |
|
|
- Moro Bang |
- |
Hawae |
|
29 |
Am Mobang |
Panat Laa |
Tulagadong |
|
30 |
Tei Am |
Bui Laa |
Tulagadong |
|
31 |
Dopong Am |
Malepen |
Tulagadong |
|
32 |
Am Kang |
Helang Bao |
Tulagadong |
|
33 |
Baam |
Tima Kae |
Tulagadong |
|
34 |
Mo Adang |
Ob Ane |
Tulagadong |
|
34 |
Adang Mo |
Mone Koil |
Tulagadong |
|
36 |
Bel Tel |
Tapuil Abel |
Tulagadong |
|
37 |
Lelang Bel |
Amuh Bel |
Tulagadong |
|
38 |
Kang dol |
Bui Laa |
Tulagadong |
|
39 |
Bao Lelang |
Alelang Ob |
Tulagadong |
|
40 |
Lelang bao |
Bepang Demang |
Tulagadong |
|
41 |
Lelang Baam |
Tapuil Abel |
Tulagadong |
|
42 |
Tang Bao |
Obo Kae |
Tulagadong |
|
43 |
Baam |
Mod Ob |
Tulagadong |
|
44 |
Bao adang |
Tapuil Abel |
Tulagadong |
|
45 |
Adang Bao |
Bepang haor |
Tulagadong |
|
46 |
Bao Lelang |
Loin Kae |
Tulagadong |
|
47 |
Lelang Am Kang |
Mol Tang |
Tulagadong |
|
48 |
Am Kang |
Adang Ob |
Tulagadong |
|
49 |
Baam |
Alok Mo |
Tulagadong |
|
50 |
Bel Tel |
Bung hana |
Tulagadong |
|
51 |
Lelang Bel Tel |
Amuh Bel |
Tulagadong |
|
52 |
Bail Bel |
Bui Laa |
Tulagadong |
|
53 |
Bel Tong |
Haki Pae |
Tulagadong |
|
54 |
Mang Au |
Obo Demang |
Tulagadong |
|
55 |
Sah Tapeh |
Hulam |
Tulagadong |
|
56 |
Adang Mo |
Hulak |
Tulagadong |
|
57 |
Baam |
Let Pul |
Tulagadong |
|
58 |
Bao Adang |
Male Sah |
Tulagadong |
|
59 |
Mo Peh |
Alelang Ob |
Tulagadong |
|
60 |
Malihing Tar |
Amuh Bel |
Tulagadong |
|
61 |
Bao Lelang |
Let Pura |
Tulagadong |
|
62 |
Lelang Bao |
Mone Alok Tang |
Tulagadong |
|
63 |
Bel Tel |
Panat Adang |
Tulagadong |
|
64 |
Bao Bel Tel |
Oba Sah |
Tulagadong |
|
65 |
Bel Bao |
Haki Pae |
Tulagadong |
|
66 |
Lelang Bel tel |
Amuh Pen |
Tulagadong |
|
67 |
Bao Lelang |
Oba Mahip |
Tulagadong |
|
68 |
Lelang Bao |
Bui Laa |
Tulagadong |
|
69 |
Bao Lelang |
Mod Ha Or |
Tulagadong |
|
70 |
Tang Bao |
Adang Afo |
Tulagadong |
|
71 |
Bel Tang Bao |
Leti Pulu |
Tulagadong |
|
72 |
Pula Bel |
Fatima Soma |
Maebang |
|
73 |
Eki Pula Bel |
Bui Mail Kami |
Maebang |
|
74 |
Pula Eki Pula |
Isnai Ni |
Maebang |
|
75 |
Malik Pula Eki |
- |
Maebang |
SILSILAH KETERUNAN MOYANG ( DUAFEN ) (ALEMATE)
|
No |
Nama |
Nama Istri |
Tempat Tinggal |
|
1 |
Dufen |
Male Ata |
Maybang |
|
2 |
Fae Dufen |
Bepang Feni |
Maybang |
|
3 |
Butafae |
Male Tangka |
Maybang |
|
4 |
El Butafae |
Helang Saka |
Maybang |
|
5 |
Tang El |
Lolo Bel |
Maybang |
|
6 |
Lofen Tang |
Ob Muna |
Maybang |
|
7 |
Tame Lofen |
Loin Mol |
Maybang |
|
8 |
Lan Tame |
Let La |
Maybang |
|
9 |
Tame Lan |
Mone Saka |
Maybang |
|
10 |
Lelang Tame |
Lepang Kideng |
Maybang |
|
11 |
Demang Lelang |
Helang Pen |
Maybang |
|
12 |
Mo Demang |
Bepang Lobang |
Maybang |
|
13 |
Tang Mo |
Suma Adang |
Maybang |
|
14 |
La Tang |
Buy Duka |
Maybang |
|
15 |
Dufen La a |
Helang Mangka |
Maybang |
|
16 |
Tang Dufen |
Hul Auw |
Maybang |
|
17 |
Motang |
Ob La”Mo |
Maybang |
|
18 |
La Mo |
Loin Mol |
Maybang |
|
19 |
Dur La |
Let La |
Maybang |
|
20 |
Ton Dur |
Mone Saka |
Maybang |
|
21 |
Tareh Ton |
Lepang Kideng |
Maybang |
|
22 |
La Tareh |
Helang Pen |
Maybang |
|
23 |
Main La |
Bepang Lobang |
Maybang |
|
24 |
Sah Main |
Suma Demang |
Maybang |
|
25 |
Afor Sah |
Bui Duk |
Maybang |
|
26 |
La Afor |
Helang Mangka |
Maybang |
|
27 |
Demang La |
Hul Aw |
Maybang |
|
28 |
Tang Demang |
Ob Mo |
Maybang |
|
29 |
Mo Tang |
Male Suma |
Maybang |
|
30 |
La Mo |
Bana Aleng |
Maybang |
|
31 |
Oil La |
Ob Pen |
Maybang |
|
32 |
Tang Oil |
Helang Pula |
Maybang |
|
33 |
Marok Tang |
Hul Tonu |
Maybang |
|
34 |
Tang Marok |
Alo”Adang |
Maybang |
|
35 |
Lelang Tang |
Buy Pen |
Maybang |
|
36 |
Tang Lelang |
Bepang Demang |
Maybang |
|
37 |
La Tang |
Bana Kira |
Maybang |
|
38 |
Bao La |
Helang Suma |
Maybang |
|
39 |
Main Bao |
Alo Pen |
Maybang |
|
40 |
Demang Main |
Let Dopong |
Maybang |
|
41 |
Tang Demang |
Lilo Adang |
Maybang |
|
42 |
Lelang Tang |
Suma Tonu |
Maybang |
|
43 |
Demang Lelang |
Ob Laka |
Maybang |
|
44 |
Tang Demang |
Mone Bel |
Maybang |
|
45 |
Maro Tang |
Bui Hari |
Maybang |
|
46 |
Ali Maro |
Bepang Tapuil |
Maybang |
|
47 |
Maro Ali |
Alelang Mol |
Maybang |
|
48 |
Lelang Maro |
Kolo Tehing |
Maybang |
|
49 |
Mo Lelang |
Bana Adang |
Maybang |
SILSILAH KETURUNAN ALIMATE
1. Vaidufen = Bepangpen
2. Butafai = Male Tangka
3. Elbut = Helangsaka
4. Tang El = Lilobel
5. Hovin = Obmuna
6. Tameloven = Hoinmol
7. Hamtame = Letlaa
8. Tame Lan = Mone Saka
9. Lelang Tame = Lepang Kideng
10. Demang Lelang = Helang Pen
11. Mo Demang = Bepang Lobang
12. Tangmo = Suma Adang
13. Lak Tang = Bui Duka
14. Dufen Laa = Helang Mangka
15. Tang Dufen = Hulau
16. Motang = Obmo
17. Laa Moo = Male Suma
18. Dur Laa = Bana Aleng
19. Ton Dur = Ob Pen
20. Tareh Ton = Bui Laa
21. Lak Tareh = Bana L obang
22. Main Laa = Bana Pai
23. Sah Main = Hulu Moka
24. Afor Sah = Haki Tonu
25. Lak Afor = Leti Bao
26. Demang Laa = Bung Hana
27. Tang Demang = Helang Bao
28. Mo Tang = Ob Pen
29. Lak Mo = Amuh Lape
30. Oil Laa = Lilo Koda
31. Tang Oil = Hul Tangpen
32. Marok Tang = Alok Delang
33. Tang Marok = Bui Pen
34. Lelang Tang = Bepang Demang
35. Lak Lelang = Bana Kira
36. Bao Lak = Helang Suma
37. Muin Bao = Alok Pen
38. Demang Main = Alok Pen
39. Tang Demang = Lilo Demang
40. Lelang Tang = Male Bao
41. Bao Lelang = Suma Tonu
42. Lelang Bao = Ob Laka
43. Tang Lelang = Mone Bel
44. Marok Tang = Bui Hali
45. Ale Marok = Bepang Tapuil
46. Bel Ale = Lilo Abel
47. Ae Bel = Boi Pen
48. Bel Ae = Jula Bel Kai
49. Moafen Bel Ae = Hul Eki
Silsilah keturunan kapitang kotta
1. Fei dufen = ulhiu
2. Dinghafe = malila
3. Moding = buifed
4. Tangtapolmo = mokmail
5. Pentang = obaumo
6. Aupen = mollelang
7. Bain au = panatbao
8. Mahip bain = bipen
9. Bel mahip = amuku
10. Oko bel = hultang
11. Au oko = panat la
12. Pen au = bungko
13. Bel pen = obo mol
14. Ae bel = kapitang kotfal
15. Oko au = hul duil
16. Demang oko = obmo
17. Pen dema = obo kai
18. Bain pen = leb ob
19. Bel bain = amuhbel
20. Mahip bel = bapa oba
21. Leb mahip = bana pen
22. Oil leb = inamo
23. Lapeng oil = malelai
24. Oko lapung = buifeb
25. Mou oko = bana ob
26. Pol mo = alolmo
27. Bain pol = bui kai
28. Mahip bain = bipen
29. Bel mahip = moul lelang
30. Tang bel = let pen
31. Bain tang = alokmo
32. Sebain = obo mod
33. Leb sebai = ob marah
34. Oil leb = malelali
35. Oko oil = silamau
36. Lapung oko = hul duil
37. Bel lapung = male ou
38. Ae bel = bui kai
39. Bel ae = inamo
40. Lapung bel = helang hail
41. Oil lapung = hul oko
42. Mahip oil = helang bao
43. Bain mahip = hinuh bel
44. Bel bain = obo ale
45. Mahip bel = suma marok
46. Eki mahip = ibu kira
47. Mahip eki = bui fed
TAFALELANG
|
NO |
NAMA |
NAMA ISTRI |
ASAL ISTRI |
|
1 |
BA AM |
BEPANG LELANG |
ANLAWENING |
|
2 |
TEI AM |
OBA SAH |
OA MATE |
|
3 |
DOPONG AM |
HELANG PEN |
FAFAE |
|
4 |
ADANG BAAM |
BUANG HANA |
KABOLA |
|
5 |
BEPANG ADANG |
HANO TANG |
KABOLA |
|
6 |
ADANG BEPANG |
OB ANE |
OTVAI |
|
7 |
AM BEPANG |
OB MUNA |
PANTAR/MUNA |
|
8 |
TEI AM |
BUNG HANA |
KABOLA |
|
9 |
BA AM |
LET ANE |
ABOIT |
|
10 |
DOPONG AM |
BUI LA'A |
BANG LAFENI |
|
11 |
BEPANG BAAM |
AMUH BEL |
ANLAWENING |
|
12 |
AM BEPANG |
MALE PEN |
OA MATE |
|
13 |
BEPANG AM |
BUI LA'A |
KABOLA |
|
14 |
AM BEPANG |
OBO DEMANG |
NIHING |
|
15 |
AM BA AM |
MOD OB |
PAE |
|
16 |
DOPANG BAAM |
SITA MALEI |
MATARU |
|
17 |
AM DOPONG |
MANI LEHI |
APUI |
|
18 |
AM BA AM |
KILA MAKAREI |
MATARU |
|
19 |
TEI AM |
LETI KIRMA |
PANTAR |
|
20 |
BEPANG BA AM |
TILO GOMA |
PURA |
|
21 |
MOBANG |
NIU LANG |
KENALANG |
|
22 |
AM MOBANG |
LOIN ADANG |
OTVAI |
|
23 |
TEI AM |
TAPUIL ANE |
OTVAI |
|
24 |
DOPONG AM |
MONE KIWANG |
ALOR KECIL |
|
25 |
ADANG BAAM |
BANA HANA |
KABOLA |
|
26 |
BAO ADANG |
MONE KAFOLA |
MILELA |
|
27 |
ADANG BAO |
BEPANG BESI |
PANTAR/PANDAI |
|
28 |
DOPONG AM |
HAKI TONU |
PANTAR/BAOLAG |
|
29 |
TAREH BA AM |
LETI KODA |
HULNANI |
|
30 |
TEI BA AM |
HUL TANG DUIL |
OTVAI |
|
31 |
DOPONG AM |
LETI DATE |
LEWALU |
|
32 |
AM DOPONG |
RIKA J.ODI |
KAFIN |
|
33 |
DOPONG BA AM |
TIMAKAE |
MALAE/KOLIJAHI |
|
34 |
KOIL BA AM |
BEPANG REIY |
LAMUIL LELANG BANGPALOL |
|
35 |
KEI KOIL |
BANA KAFAIL |
KAPITANG BANGPALOL |
|
36 |
KOIL KEI |
LOIN FOANG |
BINONGKO |
|
37 |
EKI KOIL |
WAHANIA |
|
|
38 |
KOIL EKI |
|
|
|
39 |
EKI KOIL |
|
|
KAPITANG KOTFAL
1. Teikai
2. Demangtei
3. Pendemang
4. Moadang
5. Marok Moadang
6. Demang Marok
7. Kafail Demang
8. Am Kafail
9. Mo Adang
10. Demang Moadang
11. Tei Demang
12. Sah Tei
13. Belsah
14. Marokbel
15. Demang Tei
16. Kafail Demang
17. Marok Kafail
18. Tei Marok
19. Pen Demang
20. Pen-Pen Demang
21. Demang Pen
22. Bel Sah
23. Bel Pen
24. Marok Bel
25. Kafail Marok
26. Am Kafail
27. Sah Tei
28. Tei Demang
29. Demang Tei
30. Marok Dema
31. Kafail Marok
32. Muri Amtei
33. Tanoh muri
34. Jama tanoh
SILSILAH KETURUNAN AFEN DIKLELANG KOTFAL
1. Leko Bel = Hul Duil
2. Tongpo = Bepang Sah
3. Bel Tong = Buil la
4. Tong Bel = Hakipae
5. Mang Tong = Obo Lelang
6. Tong Bel = Obo Ale
7. Bail Bel = Leb Ob
8. Bao Bail = Hul Duka
9. Bail Bao = ……………..
10. Bao bail = …………….
SILSILAH KETURUNAN AFEN DIKLELANG KOTTA
1. Kangdol = Obokae
2. Dopong Kang = Let Mod
3. Am Dopong = Hul Pen
4. Dopong Kang = Male Sah
5. Lo Pen = Bui La
6. Marain Mo = Hulpen
7. Amarain = Hulmo Bain
8. Lelang Amarain = Mod Au
9. Bel Sah = Obo Mod
10. Ale Bepang = Bui Pelang
11. Bel Ale = Koba Aukai
SILSILAH KETURUNAN IHMAROBANG
1. Aumate = Helang Hail
2. Lap Bain = Hu Lap
3. Okbel = Bepang Tareh
4. Abel Sah = Bepang Haor
5. Okbel = Alokmo
6. Lelang Pen = Let Oil
7. Abel Lelang = Haki Mangka
8. Mang Abel = Ina Koil
9. Eki Mangka = Koba Ale
SILSILAH KETURUNAN FOIBE
1. Mail Maning Tang = Boin Oil
2. Lelang Mail = Hul Adang
3. Bao Lelang = Baleta
4. Adang Bao = Lilo
5. Lelang Adang = Helang Pen
6. Sah Lelang( Bao Tareh ) = Malemo
7. Balol Bao = Malihing Sah Pen
8. Hail Balol = Maimuna
9. Pula Hail = Sulipa
SILSILAH KETURUNAN BANGLAE
1. Bao Bel = Tapuil Abel
2. Bao Belbaikai = Ob Maro
3. Adang Baokai = Loin Adang
4. Bepang Adang = Obo Asa
5. Tareh Bepang = Se Okbel
6. Tei Tareh = Mone Bain
7. Eki Tei = Bipen
SILSILAH KETURUNAN MOR LELANG
1. Penmail
2. Demang Pen
3. Demangkai
4. Sah Pen
5. Demang Sah
6. Sah Pen Demang
7. Malilang
8. Aukae
9. Pentang
10. Aukae
11. Demang Pen
12. Au Demang
13. Pentang
14. Molelang
15. Au Malelang
16. Pentang Au
17. Adang Pentang Mail
18. Malengboi
19. Eki Maleng
SILSILAH KETURUNAN KAFIN
1. Buling Bangpalol
2. Ale Buang
3. Dopong Am
4. Andai
5. Kira Ane
6. Ane Kira
7. Au Ane
8. Ale Auka
9. Bao Ale
C. SUKU-SUKU DI BAMPLOLA
1. AFEN LELANG
a. Matu Lelang (Bang Om / Lakatuil)
b. Matu Lelang (Fear / Banglae)
c. Tafa Lelang
d. Dik Lelang (Kotfal)
e. Dik Lelang (Kotta)
f. Dik Lelang Tutta (Ha’klolae)
g. Dik Lelang Dor Den (Ihmarobang)
2. KAPITANG LELANG
a. Kapitang Kotta
- Matu Lelang (Ding Hafe)
- Tafa Lelang (Arangbah Bang)
- Dik Lelang ( Bang Sebu’ang)
b. Kapitang Kotfal
- Baloe Bang
- Matal Bang
3. MARANG LELANG
a. Alemate
b. Foebe
- Sinafet
- Pae Falufing Bang
- Bang Doeta
c. Afa’k Lelang (Atahuid)
4. KAFIN LELANG
a. Dekluling
b. Ail Fet
5. MOR LELANG
D. RUMAH ADAT DI BAMPALOLA
|
No |
Nama Situs / Cagar Budaya & Kubur Tua |
Nama Juru Pelihara |
|
1 |
Rumah Adat Fet Lakatuil |
Muhammad Lelang |
|
2 |
Rumah Adat Baloe Bang |
Umar Amte |
|
3 |
Rumah Adat Butafae |
Rudin Ali |
|
4 |
Rumah Adat Dinghafe |
Umar Mahip |
|
5 |
Rumah Adat Sina Fet |
Ilham Bao |
|
6 |
Rumah Adat Tafalelang |
Elias Moka |
|
7 |
Rumah Adat Kafin Kotta |
Karim Ali, S.Ag |
|
8 |
Rumah Adat Kafin Tutta |
Abdullah Latif |
|
9 |
Rumah Adat Ha’k lolae |
Umar Taahing |
|
10 |
Rumah Adat Morbang |
Jamaludin Adang |
|
11 |
Rumah Adat Diklelang Kotfal |
Umar Bali |
|
12 |
Rumah Adat Diklelang Kotta |
Ahmad Ali Bepang |
|
13 |
Rumah Adat Ihmarobang |
Eki Ahmad Lelang |
|
14 |
Rumah Adat Bang Doeta |
Tahir Lelang |
|
15 |
Rumah Adat Paefalufing |
Amin Rais Ali |
|
16 |
Rumah Adat Banglae |
Abdul Salim, S.IP |
|
17 |
Rumah Adat Atahudi |
Rahman Muhammad |
|
18 |
Rumah Adat Matalbang |
Kasim Saleh |
|
19 |
Rumah Adat Balebuangbail |
Ibrahim Mobang |
|
20 |
Kubur Tua Raja Tanah |
Mustahir Adang |
|
21 |
Kubur Tua Moafen |
Nasrudin Ibrahim |
|
22 |
Kubur Tua Palolmo |
Adang Ali |
|
23 |
Kubur Tua Bangpalol |
Ibrahim Mobang |
|
24 |
Kubur Tua Halebangpalol |
Sokan Tehing |
|
25 |
Kubur Tua Fei Dufen |
Aksim Belly |
|
26 |
Kubur Tua Fae Dufen |
Abu Bakar Ali |
|
27 |
Kubur Tua Bao Kal |
Muhammad Lelang |
BAB IV
RITUAL ADAT / UPACARA ADAT DI DESA ADAT BAMPALOLA
A. RITUAL ADAT ALA BALOE
B. RITUAL ADAT BATE BALOE
C. RITUAL DIL MI BEH (Masuk Lahan)
D. RITUAL ADAT DOIL ADE ( Tanam Benih)
E. RITUAL ADAT BALA ENGTA (Ritual Panen Padi/Jagung)
F. RITUAL ADAT BANGUN RUMAH (Ludung Mod)
G. RITUAL ADAT ATAP RUMAH (Pasu Taro’k)
H. RITUAL ADAT MASUK RUMAH (Bang Om Lemid)
I. RITUAL ADAT PASCA BANGUN RUMAH (Leh Ahol)
J. RITUAL ADAT PERKAWINAN
K. RITUAL ADAT AKIKAH
L. RITUAL ADAT KHITANAN
M. RITUAL ADAT KEMATIAN
N. RITUAL ADAT MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN
BAB V
RAGAM SENI DI DESA ADAT BAMPALOLA
A. SENI PAHAT/UKIR
B. SENI TARI
C. SENI BAHASA/TUTUR
BAB VI
HUBUNGAN BAMPALOLA DENGAN DESA-DESA DI NUH ATINANG
DALAM BINGKAI 10,7 & 3
A. SEJARAH TERCETUSNYA ALIANSI 10,7 & 3
B. EKSISTENSI BAMPALOLA DALAM ALIANSI 10,7 & 3
C. PERAN BAMPALOLA DALAM MEWUJUDKAN HARMONISASI KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA DI WILAYAH NUH ATINANG
BAB VII
ISLAM DAN ADAT ISTIADAT
DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT ADAT BAMPALOLA
A. SEJARAH KEDATANGAN ISLAM DI BAMPALOLA
B. ISLAM DAN EKSISTENSI ADAT ISTIADAT DI BAMPALOLA
C. NEGERI 1000 MASJID VS NEGERI 1000 MOKO
BAB VII
PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. KRITIK & SARAN
C. DAFTAR PUSTAKA
Komentar