Postingan

Keadilan di ujung Rotan

Gambar
Eki Adang Tareh: Suara Corong Tua dari Bangpalol Di antara kabut pagi yang menggantung di lereng-lereng Alor, ada nama yang tak pernah padam dalam ingatan generasi: Kakek Bakar Adang, yang oleh rakyatnya disapa penuh hormat sebagai Eki Adang Tareh. Ia bukan raja, bukan pejabat besar, tapi suara corong tuanya pernah menggema lebih keras dari petir, dan keadilannya lebih dalam dari jurang di kaki gunung Bangpalol. Dulu, ketika dunia belum seramai kini, ketika jalan masih bertanah liat dan malam hanya diterangi lampu pelita, suara dari corong tua milik Eki Adang menjadi panggilan bagi setiap warga. Di bawah langit sederhana, suaranya menggetarkan dada, mengundang rakyat kecil dari setiap penjuru kampung untuk berkumpul, mendengar, dan mematuhi. Corong itu bukan sekadar alat, tapi simbol kuasa moral—suara yang lahir dari hati yang tulus, bukan dari ambisi kekuasaan. Eki Adang bukanlah penguasa dengan tongkat emas. Ia hanya membawa sebatang rotan, bukan untuk menindas, tapi untu...

Menimbang Manfaat Program MBG (Makan Bergizi Gratis) bagi Masyarakat Desa

Gambar
Esai Kritis dan Rasional: Menimbang Manfaat Program MBG (Makan Bergizi Gratis) bagi Masyarakat Desa Dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing, pemerintah meluncurkan program MBG — Makan Bergizi Gratis. Program ini digadang-gadang sebagai wujud nyata keberpihakan negara kepada generasi muda dan kelompok rentan, terutama anak-anak sekolah dan masyarakat miskin. Di tengah gempuran isu stunting, kemiskinan ekstrem, dan ketimpangan gizi antara kota dan desa, MBG menjadi harapan baru. Namun, di balik cita-cita mulianya, muncul pertanyaan kritis: sejauh mana MBG benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa? 1. Latar Belakang dan Tujuan Program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir dari kesadaran bahwa gizi adalah pondasi utama kualitas manusia. Anak yang lapar tidak dapat belajar dengan baik; tubuh yang kekurangan gizi tidak dapat tumbuh optimal; dan generasi yang lemah tidak mampu bersaing di masa depan. MBG bertujuan untuk menja...

MBG Warisan Politik?

Gambar
Esai Kritis dan Rasional: Menimbang Manfaat Program MBG (Makan Bergizi Gratis) bagi Masyarakat Desa Dalam lanskap pembangunan nasional, kesejahteraan rakyat tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari seberapa sehat dan bergizi rakyatnya. Kesadaran inilah yang melahirkan program MBG — Makan Bergizi Gratis, sebagai salah satu langkah strategis pemerintah untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya. Program MBG hadir sebagai jawaban atas realitas yang masih menyesakkan: tingginya angka stunting, kemiskinan gizi, dan ketimpangan akses pangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Di tengah kesenjangan itu, masyarakat desa menjadi kelompok yang paling membutuhkan perhatian nyata, bukan sekadar janji politik yang berlalu bersama musim kampanye. 1. Hak Rakyat, Bukan Hadiah Politik Satu hal penting yang perlu ditegaskan secara rasional dan kritis: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan milik atau ciptaan satu partai politik tertentu. MBG adalah ...

SD NEGERI BOOF - KUANFATU, TTS

Gambar
Esai Puitis dan Filosofis:  “Sekolah di Ujung Angin, Cermin Luka Bangsa” Sumber video : @Melchan Banu Di sebuah lembah kecil yang dipeluk angin kering dari selatan, berdirilah SD Negeri Boof, di Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sekolah itu lebih mirip kandang ayam ketimbang rumah ilmu. Atapnya dari seng karatan, bergetar setiap kali angin musim timur melintas. Dindingnya dari pelepah lontar dan cincangan bambu, diikat dengan tali sabut kelapa. Tiangnya dari kayu bulat yang lapuk dimakan waktu, dan lantainya, bukan ubin, bukan semen, melainkan tanah merah yang keras di musim kemarau dan berlumpur di musim hujan. Namun di ruang yang sederhana itu, ratusan anak-anak kecil datang setiap pagi dengan wajah berseri, membawa mimpi sebesar dunia. Beberapa dari mereka belajar sambil berdiri, bukan karena semangat yang meluap, tetapi karena tak ada meja dan kursi untuk duduk. Yang tersisa hanya beberapa bangku reot, disangga batu, diganjal kayu patah...

Tangga di Punggung Onta: Jejak Seorang Putra Raja Tanah

Gambar
Jejak Langkah Zeth Libing di Kampung Pemali Tangga di Punggung Onta: Jejak Seorang Putra Raja Tanah Esai Filosofis tentang Kepemimpinan Dr. Drs. Zeth Sony Libing, M.Si di Bampalola Dari Tanah Pantar Menuju Hati Bampalola   Di timur jauh Nusantara, di gugusan pulau-pulau yang diselimuti ombak dan doa, lahirlah seorang pemimpin yang berjalan dengan langkah leluhur. Ia bukan sekadar pejabat yang memegang kekuasaan, tetapi seorang anak tanah yang membawa darah sejarah dan panggilan pengabdian. Namanya Dr. Drs. Zeth Sony Libing, M.Si , Penjabat Bupati Alor tahun 2024, yang dalam masa kepemimpinannya menorehkan karya tak biasa, membangun tangga seribu di jalan punggung onta menuju kampung tradisional Bangpalol , negeri adat di Tulagadong, Bampalola. Ia datang bukan dengan gemuruh pidato, bukan pula dengan janji politik, tetapi dengan langkah sederhana seorang anak negeri yang pulang membawa harapan. Di pundaknya bukan hanya beban jabatan, tetapi tanggung jawab sejarah: menyambung ...

LEGO-LEGO

Gambar
  https://bangpaloltulagadong.blogspot.com/2020/11/lego-lego.html

PERBEDAAN YANG MENYATUKAN

Gambar
BAMPALOLA: DI KAKI GUNUNG RAJA, DALAM PELUKAN TULAGADONG Di antara kabut pagi yang menari di lereng timur Pulau Alor, berdirilah Bampalola, kampung tua yang berakar di kaki Gunung Raja — atau disebut juga Jabal Malik, tempat di mana tanah, langit, dan doa saling berpelukan dalam kesetiaan abadi. Kampung ini bukan sekadar hamparan rumah dan ladang; ia adalah tulisan tangan leluhur yang ditorehkan di batu, di tanah, dan di jiwa anak-anaknya. Di atas bukit Tulagadong, tempat angin membawa kabar dari nenek moyang, berdirilah Rumah Adat Lakatuil, rumah tua yang menjadi saksi ziarah waktu. Dikelilingi oleh delapan belas rumah adat lainnya, Tulagadong tampak seperti lingkaran kehidupan — tempat para suku, darah, dan keyakinan berpadu dalam kehormatan dan takzim. Di sanalah setiap batu menjadi altar, setiap pohon menjadi saksi, dan setiap langkah menjadi doa. Dari lembah yang lembut hingga puncak yang berawan, mengalunlah syair tua yang diwariskan dari generasi ke generasi, “Bap so...