HARMONI dibawah BERINGIN TUA

Di Bukit Tulagadong, berdiri kokoh beringin tua di atas Mesbah, seakan menjadi penjaga rahasia leluhur. Dari akar hingga pucuknya, ia menyerap doa, menyimpan harapan, dan memayungi setiap langkah generasi Bangpalol.

Dentum gong dan gaung moko berpadu, bukan sekadar bunyi, melainkan bahasa kosmos. Suara itu menembus tanah dan langit, menyapa roh nenek moyang, membangunkan ingatan purba tentang persatuan, pengorbanan, dan syukur.

Berderetlah para perempuan, berselimut sarung tenun khas Alor—benang-benang yang dirangkai dengan cinta, warna yang dijahitkan dengan doa. Tenun itu bukan sekadar busana, ia adalah kitab kehidupan: mencatat asal-usul, mencerminkan jati diri, dan meneguhkan kebanggaan.

Di tangan mereka, tersandang hasil panen: jagung, padi, ubi, dan hasil bumi lainnya. Persembahan itu diantar menuju Rumah Adat Lakatuil, bukan hanya sebagai tanda syukur atas rezeki yang melimpah, tetapi juga sebagai ikrar kebersamaan, bahwa bumi memberi untuk semua, dan manusia menjaga dengan setia.

Festival Ala Baloe adalah tarian harmoni kehidupan: manusia dengan alam, anak dengan leluhur, kini dengan masa depan. Di sana, setiap tabuhan, setiap langkah, setiap helai kain, menjadi bahasa yang meneguhkan pesan: hidup bukan sekadar milik diri, melainkan titipan untuk diwariskan dengan penuh kasih dan hormat.

By: Majid Adang Ane 

Puisi Ala Baloe – Harmoni Bangpalol

Di Bukit Tulagadong,
beringin tua berdiri di atas Mesbah,
akar-akar leluhur merangkul tanah,
daun-daunnya meneduhi doa anak cucu.

Gong ditabuh, moko bergema,
suara alam menyatu dengan jiwa manusia,
menggetarkan hati, membangunkan ingatan,
bahwa kita adalah satu dalam harmoni.

Perempuan berderet anggun,
bersarung tenun warisan Alor,
benang-benang doa, warna-warna kehidupan,
membalut tubuh, membungkus jati diri.

Di tangan mereka tersandang hasil bumi,
buah syukur atas kerja dan cinta tanah,
diantar menuju Rumah Lakatuil,
tempat kebersamaan ditanam,
tempat syukur ditinggikan.

Ala Baloe bukan sekadar pesta,
ia adalah bahasa jiwa,
tarian antara langit dan bumi,
warisan abadi untuk generasi,
pesan kasih yang tak lekang waktu.

By: MZ Anne


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANAK ZAMAN YANG MENJINAKKAN NASIB

Situs Fet Arangbah Bang

Keadilan di ujung Rotan