Perjalanan-Ku
terdengar hanya desir angin dan gelegar ombak yang menepuk lambung baja.
Seorang anak Alor duduk diam, matanya menatap laut yang kelam,
namun di hatinya bergemuruh rindu yang tak pernah padam.
Ia bukan sekadar penumpang perjalanan laut,
ia adalah pengabdi. anak negeri yang menjemput tugas di ujung tanah air.
Dari Tenau Kupang ia berangkat, membawa doa ibunya yang basah air mata,
melewati Atapupu yang sunyi, singgah di Maritaing yang penuh kenangan,
dan akhirnya menuju Kalabahi.Tanah kelahiran yang selalu memanggil dalam diam.
Setiap pelabuhan adalah jeda antara harapan dan kerinduan,
setiap ombak adalah surat dari rumah yang tak pernah ia baca tuntas.
Anak, istri, dan ibu. Tiga cahaya yang menuntun hatinya dalam gelap laut,
meski jauh, mereka adalah kompas dalam perjalanannya yang panjang dan sepi.
Di balik dingin besi kapal dan nyala lampu biru di lantai dek,
terpancar keteguhan seorang lelaki Alor,
yang tahu bahwa pengabdian bukan sekadar hadir di tanah air,
tetapi menjaga maknanya, walau harus jauh dari yang dicinta.
Laut bukan jarak baginya,
tetapi jembatan antara cinta dan tanggung jawab.
Dan malam ini, di atas kapal yang berlayar menuju Kalabahi,
ia tidak hanya pulang ke tanahnya.
ia pulang kepada dirinya sendiri.
by; MZ.Anne (Guru Pedalaman)
@sorotan
Majid Adang Anne
Desa Adat Bangpalol
#pojoknegeri
#pojoknusantara
Komentar